Surabaya - Selain menggelar aksi berkabung, ratusan suporter Persebaya, Bonek juga menuntut Kapolres Lamongan AKBP Marsudiyanto dipecat. Sebab, berdasarkan hasil penelusuran Tim Pencari Fakta (TPF), peristiwa itu bukan kecelakaan karena TPF Bonek menemukan beberapa bukti
bahwa ada pelemparan batu dan bom molotov saat Bonek melintas di Lamongan "Kami menuntut kepada Kapolda Jawa Timur untuk segera mengambil alih kasus ini," lanjut Andi Peci, koordinator aksi.
Sementara itu, aksi ini dijaga puluhan aparat keamanan dari Polrestabes Surabaya. Nampak satu mobil water canon disiagakan di area parkir Gedung Grahadi. Sebab disaat yang bersamaan, belasan mahasiswa menggelar aksi demo terkait masalah kenaikan harga BBM.
Sebelumnya, AKBP Marsudiyanto menyebut, berdasarkan hasil penyelidikan, kabar adanya pelemparan batu, bom molotov dan panah dianggap hanya klaim dari Bonek. Sebab, setelah dicek dan memeriksa saksi, ternyata tak ada bukti. "Logikanya, kalau ada pelemparan bom molotov, pasti gerbongnya juga ikut hancur. Nyatanya juga tidak ada. Jadi itu hanya klaim," kata AKBP Marsudiyanto.
Seperti diberitakan sebelumnya, lima Bonek tewas dalam perjalanan menuju ke Bojonegoro, Jumat (9/3/2012) saat akan mendukung tim kebanggannya, Persebaya. Bonek mengaku dilempari batu dan bom molotov hingga panah, saat melintas di Lamongan.[BJ/sya/kun]
INDEKS BERITA
-
Samarinda, MS- Kementerian Luar Negeri memberikan kesempatan untuk provinsi-provinsi di Kalimantan untuk ambil bagian dalam penyelenggaraan ...
-
Bus Pahala Kencana jurusan Jakarta - Madura mengalami musibah mistis tanggal 22 juni 2012 dini hari di Blora, Jawa Tengah. Berawal bus i...
-
Beberapa waktu yang la-lu, dalam sebuah acara televisi kita dikejutkan de-ngan pernyataan Sekretaris Dewan Kehormatan partai demokrat Amir S...
-
OLEH : MARDIONO/METRO SURYA Desa Muara Dua Keca-matan Seruyan Hilir kabu-paten Seruyan Kalteng (Ka-limantan Tengah) adalah sebuah desa terp...
