Samarinda, MS-Lahan Pertanian di Jawa semakin berkurang dan diramalkan bakal habis karena lahan semakin menyempit. Selain itu masyarakat di Jawa juga sudah banyak meningalkan profesi sebagai petani tanaman pangan, beralih ke profesi lain yang lebih menguntungkan. Kondisi ini tentunya peluang Kaltim untuk mengembangkan pertanian.
Saya yakin 200 ribu hektar lahan pertanian program nasional percetakan sawah baru dapat terwujud di Kaltim, kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada kunjungan kerja ke Kutai Kartanegara di Demplot eks Penas. Sebelumnya program nasional percetakan sawah baru di Papua, tetapi di sana masyarakat menolak. Peluang ini tentunya sangat terbuka bagi Kaltim karena kita sangat mendukung program pertanian dan tranmigrasi. Kenapa Kaltim menyambut positif program pertanian 200 ribu hektar, karena kalau program itu terwujud uang APBN akan digelontorkan ke Kaltim. Gubernur juga yakin kalau semua kabupaten dan kota di Kaltim bersatu dan didukung DPRD, maka program nasional penguatan pangan dapat dilakukan di Kaltim. Tanah di Kaltim sebenarnya juga subur dan semua varitas dapat tumbuh dengan baik. Untuk itu teknologi tepat guna dalam pertanian harus terus ditingkatkan guna program kemandirian ketahanan pangan. (supri/nur).
INDEKS BERITA
-
Surabaya, MS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya meminta Inspektorat Surabaya obyektif dalam menanganai kasus dugaan pelec...
-
Dishub Surabaya melalui Bidang Pengendalian dan Operasional menyelenggarakan Pembinaan Penyelenggaraan Bengkel Umum Kendaraan Bermotor ...
-
Surabaya, MS- Pembangunan stasiun Bahan Bakar Gas (BBG) yang rencananya berada di kawasan terminal Joyoboyo mengalami penundaan. Pasalnya, l...
-
Samarinda, MS-Dibalik ketenangan arus sungai Mahakam ternyata didalamnya tersimpan cerita tentang aktivitas pelanggaran hukum yang kerap dil...